Universitas Semarang

Dosen Ilmu Komunikasi USM Beri Tips Jadi Penyiar Kekinian Pada Siswa SMK 1 Semarang

AYANG FITRIANTI, S.S. | 23 July 2019

Semarang - Di tengah arus modernisasi, media massa mengalami perkembangan, termasuk didalamnya adalah media penyiaran.  Selain semakin banyak jenis dan formatnya , mulai dari radio online, televisi kabel, seluruh pendukung  yang berada didalamnya juga mau tidak mau harus berkembang mengikuti arus modernisasi.

Salah satunya yang menjadi ujung tombak pada media ini adalah penyiar yang dituntut untuk semakin kreatif menyuguhkan sesuatu yang baru untuk di konsumsi masyarakat.

Berangkat dari hal tersebut, Dosen Ilmu Komunikasi  Fakultas Teknologi dan Informasi Universitas Semarang  (ILKOM FTIK USM) berikan peningkatan kompetensi kepenyiaran  berupa pelatihan dan praktek kepada siswa siswi SMK N 1 Semarang  di Lab Kepenyiaran Selasa 23 Juli 2019 pukul 08.00 pagi.

Dibuka oleh Ibu Nini Gayatri selaku guru pendamping  jurusan kepenyiaran, acara pelatihan ini diikuti oleh 34 siswa SMK N 1 Semarang.

Pelatihan ini dihadiri pula oleh Kepala Program Studi (Kaprogdi) Ilkom USM , Fajriannoor Fanani MIKom.

“Penyiar memang erat kaitannya dengan media, terutama media penyiaran. Bahwa ada yang bilang radio nantinya akan punah, tapi masih eksis dan industrinya masih ada sampai sekarang. Nah disini peran kalian semua generasi muda penyiar penyiar baru yang nantinya akan meramaikan industri penyiaran” ujar Fajriannoor dalam sambutannya.

“Kalau di kampus kita bisa gali lebih dalam mengenai fenomena fenomena tersebut” ujarnya

Dosen Ilmu Komunikasi, Ayang Fitrianti SS MIKom mengungkapkan, pelatihan dilakukan lantaran sudah tidak asing lagi bagi masyarakat masa kini, apalagi generasi muda seperti siswa SMK ini.

“Semakin banyak pilihan media, yang bisa kita buat sendiri aturannya. Bahkan selain di televisi dan radio faktanya setiap orang bisa menjadi penyiar di channelnya masing-masing melalui media sosial, untuk itu yang saya tekankan disini ke siswa siswi SMK bagaimana menjadi seorang penyiar yang kekinian tapi tetap dalam jalur yang positif.” ujarnya.

Dimulai dari membahas penyiar secara umum ,memberikan latihan pernapasan,  dan tips dasar menjadi seorang penyiar, Ayang juga memberikan tips jadi penyiar kekinian yang lebih ditekankan pada personal branding, kemampuan public speaking, dan materi siaran yang menarik.

“Yang jelas harus jadi diri sendiri, dan jangan takut jadi berbeda” tambahnya.

Kegiatan pelatihan ditutup dengan praktek menjadi penyiar radio dan foto bersama.

Sementara itu, Ketua Pengabdian Kepenyiaran Kharisma Ayu Febriana MIKom menjelaskan, pelatihan kompetensi penyiaran ini sebagai bentuk pengabdian dosen dengan membagikan ilmu kepada masyarakat.

Kharisma berharap dengan adanya pelatihan kepenyiaran ini dapat meningkatkan kompetensi dan memberikan pandangan baru untuk  para siswa SMK 1 serta dapat diterapkan pada prakteknya nanti.