Universitas Semarang

Peringati Hari Pramuka Ke-61, Rektor USM Dorong Mahasiswa Kembangakan Potensi Diri

Saiful Hadi | 13 August 2022

SEMARANG - Rektor USM yang sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) Dr Supari ST MT mengatakan peraturan yang ada dalam kepramukaan maupun dalam undang-undang perguruan tinggi akan bertemu di satu titik yang awal pembangunan pendidikan karakter, sebagai pengembangan potensi diri.

Hal tersebut ia sampaikan dalam acara Ini Podcast Kita (IPK) untuk memperinganti Hari Pramuka Ke-61 bersama Waka Orhum Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah Heru Djatmiko di Kafe Arah Awan USM pada Jumat, 12 Agustus 2022.

"Racana Pandanaran USM itu memiliki anggaran dasar rumah tangga sendiri, yang merdeka, itu bisa mengacu pada undang-undang tentang peraturan tentang kepramukaan, tetapi perlu saya sampaikan bahwa baik itu mengacu pada peraturan kepramukaan maupun undang-undang perguruan tinggi itu ketemu di satu titik." yang namanya pembangunan pendidikan karakter lulusan perguruan tinggi itulah adik-adik harus percaya diri dalam membangun kreativitasnya," ucap Kak Supari. 

"Nanti jika keliru bisa dikoreksi bersama, jadi mereka mampu membangun jati dirinya sendiri," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Waka Orhum Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah Heru Djatmiko menghadirkan sebagai narasumber.

Sementara itu, Heru Djatmiko menuturkan dalam rangka hari pramuka yang ke-61 dapat meningkatkan peran baik dari kuantitas dalam pelayanan maupun kualitas.

"Sesuai dengan tema podcast kali ini yaitu, Mengabdi Batas Untuk Membangun Ketangguhan Bangsa dapat meningkatkan peran anggota gerakan Pramuka, baik dari kuantitas dalam kegiatan maupun kualitas," Kak Heru.

Ia, mengabdi tanpa batas seluruh golongan Pramuka mulai dari Siaga (7-10 tahun), Penggalang (11-15 tahun), Penengak (16-20 tahun) hingga Pandega (21-25 tahun) memiliki cara untuk mengabdi sesuai golongannya.

Kak Heru juga mengatakan anggota Pramuka sejak dini dididik untuk mengabdi, mulai dari keluarga, posko pantau arus mudik, mengatur lalu lintas, dan membuka dapur umum. Hal ini juga sebagai bentuk pengabdian Pramuka terhadap masyarakat.

Langkah Konkret

Sebagai Kamabigus, Kak Supari mengatakan langkah nyata sebagai Pramuka Perguruan Tinggi dalam pengabdian tanpa batas untuk ketangguhan bangsa di era New Normal yaitu mebuat regulasi, mengawal pelaksanaan hingga akhir pelaksanaan.

"Sebagai Kamabigus, harus mengambil tindakan konkret untuk mebuat regulasi, mengawal pelaksanaan hingga akhir pelaksanaan, sehingga menjadi alumni USM yang memiliki karakter yang sangat kuat untuk mengabdi tanpa batas," kata Kak Supari.

Untuk menciptakan lulusan berkarakter yang berke Indonesiaan dan soft skill yang tangguh untuk Indonesia kedepan, harus diiringi dengan mekanisme yang tepat serta perlu dikawal hingga ujung perjalan regulasi tersebut.

Dalam menanggapi hal tersebut Kak Heru menyampaikan, anggota gerakan Pramuka juga memiliki peran dalam mengedukasi kepada masyarakat bahwa covid masih berbahaya. 

Salah satunya Gerakan Pramuka memiliki satgas Covid yang turut berkoordinir hingga ke tingkat RT. Hal ini sesuai dengan himbauan Gurbenur Jawa Tengah terkait program "Jogo Tonggo".

Sebagai penutup acara, Kak Heru berharap pada Hari Bhakti Pramuka Ke-61 dengan tema Mengabdi Tanpa Batas Untuk Membangun Ketangguhan Bangsa untuk tetap dalam berbakti bagi negeri demi mewujudkan Indonesia semakin tangguh.

"Mari kita terus semangat, para generasi muda yang terwadahi di Gerakan Pramuka untuk terus mengabdi untuk negeri yang lebih tangguh," harap Kak Heru.

Kak Supari juga menambahkan, USM sebagai pencetak lulusan, USM bertujuan untuk mencentek lulusan unggul dan menerapkan IPTEK dalam kehidupan bermasyakat. Kak Supari berpesan, untuk tetap memiliki karakter yang baik serta menjadi warga negara Indonesia yang baik.

"Selain belajar program studi atau keilmuan, ketangkasaan, dan profesionalitas. Tetaplah menjadi warga Indonesia yang baik," harapnya.